Last Updated on

Seperti kita ketahui, setiap barang kalau aja dirawat dan dijaga pasti bakal lebih awet dan tahan lama. Nah hal yang sama juga berlaku nih pada kamera analog. Dan bisa dibilang, kamera analog ini adalah kamera yang sudah berumur tua. Sama halnya nih seperti barang elektronik yang membutuhkan perawatan khusus, kamera analog juga harus dijaga dan dirawat agar bersih dan bebas dari debu.

Mau tau gimana caranya? Ini dia langkah-langkah membersihkan kamera analog!

Cara Membersihkan Kamera Analog Yang Benar

  1. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memisahkan semua bagian-bagian dari kamera analog, yang mudah misalnya lepaskan lensa dari body-nya, cabut filter dari lensanya, cabut rumah baterai, lepas dulu strap (tali), lepas dulu flash jika sedang dipakai di body dan lain-lain yang bisa kamu lepas dan pasangkan lagi (hati-hati bisa lepas tapi tidak bisa pasangnya kembali). Misalnya saja kamu punya keahlian dalam bongkar pasang, lebih baik lagi jika dilepas semua bagian-bagiannya sampai ke dalam-dalamnya seperti pada foto di atas.
  2. Usap (elap) semua bagian eksterior dari body kamera analog menggunakan kain berbahan halus! Kenapa harus yang halus? Hal ini untuk menghindari scratch (goresan) pada body kamera. Sayang kan kalau kamu pakai yang kasar, bisa-bisa kamera kamu seperti habis dicakar kucing alias tidak mulus lagi. Usap dengan lembut dan perlahan. Usahakan menggunakan kain yang bersih dan ganti kainnya apabila kotorannya sudah menumpuk. Untuk tempat-tempat yang sulit dijangkau, gunakanlah kapas pembersih telinga (cotton bud). Bila pada body kamera analog yang terbuat dari besi terdapat bintik-bintik hitam, jamur atau karat, gunakanlah cairan pembersih karat seperti WD-40. Tuangkan cairan pada kapas halus dan usap pada bagian berkarat agak ditekan perlahan.
  3. Untuk bagian-bagian mounting dan sekitar mirror (kaca), gunakan cairan pembersih yang biasa digunakan untuk membersihkan lensa, monitor atau kaset DVD. Teteskan secukupnya ke cotton bud. Kemudian usap di area tersebut dengan perlahan.
  4. Untuk mirror dan viewfinder sendiri, gunakan air blower untuk menghilangkan debu-debu tipis dan pakailah kapas yang halus, seperti kapas kecantikan. Bisa juga menggunakan kanebo tetapi yang benar-benar halus. Jangan menggunakan cotton bud karena masih cukup kasar permukaannya. Teteskan pula cairan pembersih ke kapas halus dan usap di bagian itu benar-benar perlahan. Area ini cukup riskan kamu, karena sangat mudah untuk tergores. Dampaknya bila bagian ini scratch parah yaitu sangat mengganggu penglihatan kita ketika mengambil gambar. Sebenarnya ada satu bagian lagi di dalam body kamera analog bila scratch atau kotor sangat mengganggu penglihatan, yakni Prisma. Khususnya terdapat pada kamera SLR analog dan berfungsi untuk memantulkan cahaya yang masuk dari lensa ke mirror untuk diteruskan ke prisma dan viewfinder. Akan tetapi prisma terdapat di bagian dalam sisi atas kamera analog. Kamu harus ahli dalam membongkar kamera analog. Bila tidak bisa, datang saja ke tukang repair (servis) untuk membersihkannya.
  5. Buka bagian belakang kamera lalu bersihkan ruang film, sprockets dan take-up spool menggunakan kapas/kain halus. Teteskan kembali cairan pembersih ke kapas/kain halus dan usap perlahan. Hindari bagian hordeng shutter karena bagian ini harus tetap terjaga kering. Jangan sampai terkena cairan berbahan minyak karena akan sulit untuk mengeringkannya. Efek dari hordeng shutter yaang terkena cairan berbahan minyak adalah ia akan menjadi lengket sehingga shutter speed terkadang akan stuck serta mengakibatkan kokangan akan macet. Cukup gunakan air blower bila terdapat debu-debu halus di bagian ini.